Dilihat: 0 Penulis: Editor Situs Waktu Publikasi: 03-11-2021 Asal: Lokasi
Polietilen adalah salah satu termoplastik yang paling banyak digunakan di dunia dan dapat ditemukan dalam segala hal mulai dari tas belanjaan, mainan anak-anak, hingga botol sampo. Ini dapat dikategorikan menjadi beberapa subkategori berdasarkan struktur molekulnya, yang masing-masing menunjukkan karakteristik unik yang membuatnya cocok untuk digunakan dalam aplikasi tertentu. Jenis polietilen yang paling umum adalah:
· Polietilen densitas rendah (LDPE) . Plastik bening atau tembus cahaya ini menunjukkan fleksibilitas, ketahanan terhadap bahan kimia, dan kemampuan kedap air. Ini digunakan dalam pembuatan berbagai macam produk, termasuk tas belanjaan, bungkus plastik dan film, bahan kemasan fleksibel, dan komponen cetakan injeksi.
· densitas tinggi (HDPE) Polietilen . HDPE menawarkan kekakuan dan daya tahan yang lebih besar dibandingkan LDPE. Ini tersedia dalam variasi tembus cahaya hingga buram dan menunjukkan ketahanan kimia yang sangat baik. Produk yang terbuat dari HDPE meliputi wadah kemasan kaku, mainan, furnitur dan struktur luar ruangan, peralatan dapur, dan pipa ledeng.
Karena pada dasarnya terdiri dari molekul etilen terpolimerisasi yang sama, LDPE dan HDPE memiliki banyak karakteristik yang sama. Misalnya, kedua bahan tersebut menunjukkan sifat-sifat berikut: · Berat bahan rendah · Kekuatan tarik berkisar antara 0,20 hingga 0,40 N/mm2 · Kekuatan benturan tinggi · Ketahanan terhadap bahan kimia, uap air, dan pelapukan · Kemampuan daur ulang yang tinggi · Biaya pembuatan dan fabrikasi yang rendah Ketika digunakan dalam operasi pencetakan injeksi, kedua bahan tersebut juga menunjukkan hal berikut: · Suhu leleh 180 ̊ hingga 280 ̊ C (355 ̊ hingga 535 ̊ F) · Kecepatan injeksi cepat · Pengeringan bagian yang sudah jadi tidak perlu dilakukan Kesamaan karakteristik di atas antara lain membuat LDPE dan HDPE cocok untuk aplikasi serupa. Beberapa industri yang biasa menggunakan kedua bahan tersebut antara lain: · Otomotif · Listrik · Hidraulik dan pneumatik · Kemasan · Pipa dan perpipaan |
Perbedaan Antara LDPE dan HDPE
Perbedaan Ciri Fisik LDPE lebih lembut dan fleksibel dibandingkan HDPE. Ia juga memiliki titik leleh yang lebih rendah (115° C) dan lebih transparan. Dibandingkan dengan HDPE, HDPE lebih mungkin retak saat terkena tekanan. HDPE kaku dan tahan lama serta menawarkan ketahanan kimia yang lebih besar. Titik lelehnya yang lebih tinggi (135° C) memungkinkannya menahan suhu yang lebih tinggi daripada LDPE. Strukturnya yang lebih kristal juga menghasilkan kekuatan dan opasitas material yang lebih besar. Perbedaan dalam Daur Ulang LDPE dan HDPE dapat didaur ulang; namun, bahan-bahan tersebut harus didaur ulang secara terpisah. LDPE diklasifikasikan dalam nomor daur ulang 4, dan HDPE dalam nomor daur ulang 2. Tergantung pada produknya, LDPE juga lebih sulit didaur ulang karena lebih lunak dan dapat tersangkut di mesin daur ulang. HDPE lebih mudah diangkut dan dijalankan melalui peralatan daur ulang. Perbedaan Metode Produksi LDPE diproduksi dengan mengompresi gas monomer etilen dalam autoklaf atau reaktor tubular untuk memfasilitasi polimerisasi—yaitu, pengikatan monomer menjadi rantai polimer. HDPE dibuat dengan memanaskan minyak bumi pada suhu yang sangat tinggi. Proses ini melepaskan monomer gas etilen, yang kemudian bergabung membentuk rantai polimer. |